Kisah Een Sukaesih Tepat Mengajar Meski Lumpuh Total



Een Sukaesih merupakan sosok wanita yang lahir di Sumedang 10 Agustus 1963 silam. Een pernah mengenyam pendidikan di IKIP Bandung yang sekarang dikenal dengan UPI Bandung. Namun karena penyakitnya, Een harus menghabiskan hidupnya di atas tempat tidur. Hal ini juga tak menghentikan impiannya menjadi guru dan tetap terus mengajar meski dalam keadaan lumpuh. 

Een Sukaesih Merupakan Pelopor Rumah Pintar Al-Barokah


Een akhirnya mendirikan Rumah Pintar Al-Barokah pada Juli 2013 lalu. Rumah Pintar Al-Barokah sendiri menjadi tempat sarana belajar mengajar bagi siapa saja yang ingin belajar. Berkat semangat dan kegigihannya mampu membuat banyak orang mengulurkan tangan untuk membantu Een mendirikan rumah belajar tersebut. 

Een Sukaesih berkeinginan jika rumah belajar tersebut terdiri dari ruang belajar, perpustakaan, dan ruang seni sehingga mampu bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Bahkan Rumah Belajar Al-Barokah tersebut juga diberikan secara gratis untuk semua lapisan masyarakat. Bahkan rumah belajar tersebut juga dapat dijadikan sebagai gedung serba guna untuk semua kalangan masyarakat. 

Een Sosok yang Tegar, Sabar, dan Optimis


Seperti yang sudah diketahui mendidik anak-anak tentunya membutuhkan kesabaran dan keuletan tersendiri. Bahkan tak jarang pula para pendidik yang melakukan kekerasan fisik jika tidak memiliki kesabaran. Lain halnya dengan Een yang penuh dengan kesabaran meski dalam keadaan yang lumpuh. Een mengajar anak-anak dengan tidur di atas ranjang berukuran 1 x 2 meter. 

Bahkan sosok Een Sukaesih ini juga sering memberikan petuah bagi anak didiknya. Bahkan Een menekankan jika kunci keberhasilan pendidikan adalah kasih sayang dan penuh keyakinan. Jika sedang menghadapi kesulitan maka yakin jika Anda sedang dipersiapkan untuk menjadi sosok yang lebih tegar dan pemberani. 

Penuh dengan Inovasi dan Semangat


Meski tengah berada pada keterbatasan ekonomi dan fisik, Een selalu memiliki jiwa yang optimis dan harus bisa mencapai apa yang dicita-citakan. Tak hanya itu saja, bahkan Een Sukaesih juga merupakan sosok yang inovatif. Hal yang satu ini ia buktikan dengan banyaknya penghargaan yang pernah diraihnya. 

Berkat banyaknya penghargaan yang pernah diraihnya, sosok Een Sukaesih ini mampu membuktikan jika keterbatasan yang dimilikinya bukan halangan baginya untuk terus mengabdikan hidupnya di dunia pendidikan. Meski Een menderita lumpuh dari ujung kaki hingga leher namun dirinya tetap semangat dan optimis dalam menjalani hidupnya. 

Een Sukaesih Sang Guru Qolbu


Een merupakan salah satu sosok yang sangat menginspirasi. Meski hanya bagian mata dan mulut saja yang bisa bergerak, ia tetap semangat. Een Sukaesih yang merupakan lulusan jurusan bimbingan konseling dari IKIP Bandung membuatnya selalu membangkitkan diri untuk terus mengajar siswa di sekitar. Bahkan banyak anak didik Een yang tumbuh menjadi siswa berprestasi. 

Sosok Een tak hanya dikenal sebagai guru pendidikan umum saja, namun juga dikenal sebagai guru religius. Pasalnya Een sering kali mengajarkan anak didiknya tentang kehidupan spiritual. Tak mengherankan jika ia pernah meluncurkan sebuah buku yang berjudul “Een Sukaesih Sang Guru Qolbu”. 

Een Sukaesih berharap jika buku yang sudah ia keluarkan tersebut mampu menjadi inspirasi bagi setiap pembacanya. Bahkan Een Sukaesih juga tak pernah membayangkan jika akan ada sebuah buku yang menceritakan perjalanan hidupnya. 

Sosok Een Sukaesih ini tentunya mengajarkan kita untuk terus berjuang dan jangan pernah patah semangat. Keterbatasan fisik tentunya bukan hal yang dapat mematahkan impian seseorang. Apa saja bisa didapatkan dengan semangat dan kerja keras. Bahkan sosok Een Sukaesih ini sangat layak untuk mendapatkan asuransi wakaf umroh gratis dari Allianz.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kisah Een Sukaesih Tepat Mengajar Meski Lumpuh Total"

Posting Komentar